Kamis, 14 Januari 2016
Jarak
Eliza, kau tak pernah tau.
Miliaran jarak yang kau ciptakan untukku,
Semakin menyatukanku dengan rindu.
Pulanglah ke hatiku.
Rindu itu merong-rong kerontang,
Mengelu-elukan namamu tiada kurang.
Pada setiap kepaknya, sekian sajak tumbuh.
Serupa kembang mawar,
:durinya menusuk jiwaku berungkali.
Aduh Eliza!
Mengapakah dulu, kau menulis cinta pada batu.
Dan, kau lemparkan padaku
Saat ini aku dilemparkan ke rindu setiap waktu.
Dari tubuhku. darah-darah mengalir tanpa luka,
dari mataku, dari hidungku, yang pernah kau cium itu.
Eliza, apakah tak ada perjumpaan kedua
Barangkali ada sisa ciuman yang mengajakmu
Duduk berdua di beranda, menatap jarak yang menyejarah
Yogyakarta
Label:
Poem/Poetry
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Designed By Templateism | Seo Blogger Templates

Tidak ada komentar:
Posting Komentar